Dukun — Senkom Mitra Polri Magelang turut berkontribusi dalam rangkaian kegiatan "Pekan Magelang Hebat 2026" yang digelar oleh SDN Banyubiru 2, Kecamatan Dukun, Kabupaten Magelang, Kamis (23/7/2026). Kegiatan edukasi mitigasi bencana tersebut diikuti oleh sekitar 200 siswa dan guru.
Dalam kegiatan tersebut, siswa mendapatkan pembekalan mengenai mitigasi bencana, pertolongan pertama, serta penguatan konsep Sekolah Siaga Bencana. Materi disampaikan secara interaktif oleh Edi Ermawan, relawan BPBD Kabupaten Magelang sekaligus Ketua Departemen PB SAR Pengurus Pusat Senkom Mitra Polri.
Tidak hanya menerima materi, para siswa juga diajak mengikuti simulasi bencana gempa bumi. Mereka mempraktikkan langkah-langkah yang harus dilakukan ketika terjadi gempa, mulai dari melindungi diri, menyelamatkan diri, hingga menuju tempat yang aman. Kegiatan juga dilengkapi dengan pertolongan pertama dan trauma healing untuk membantu siswa memahami dan mengelola rasa takut serta kepanikan dalam situasi bencana.
“Anak-anak harus dibekali pengetahuan dan keterampilan dasar menghadapi bencana. Ketika bencana terjadi, kepanikan sering muncul karena kita tidak tahu harus berbuat apa. Dengan edukasi dan simulasi, anak-anak diharapkan lebih siap, lebih tenang, dan mampu mengambil tindakan yang tepat untuk menyelamatkan diri maupun membantu orang lain,” ujar Edi Ermawan.
Menurutnya, kesiapsiagaan bencana tidak hanya menjadi tanggung jawab lembaga kebencanaan atau relawan. Kesadaran tersebut perlu dibangun bersama mulai dari diri sendiri, keluarga, hingga lingkungan sekolah.
“Mitigasi bencana bukan hanya tugas relawan atau BPBD. Kesiapsiagaan harus dimulai dari diri sendiri, keluarga, dan lingkungan sekolah. Harapannya, anak-anak dapat menjadi agen keselamatan yang mampu menyampaikan pengetahuan ini kepada keluarganya di rumah,” tambahnya.
Kepala SDN Banyubiru 2, Sarindi, S.Pd., sangat mendukung kegiatan edukasi kebencanaan tersebut. Ia menilai materi yang disampaikan sangat relevan bagi warga sekolah karena memberikan pengetahuan sekaligus pengalaman praktik menghadapi situasi darurat.
“Anak-anak sangat antusias mengikuti kegiatan ini. Mereka tidak hanya mendengarkan materi, tetapi juga belajar langsung melalui simulasi. Ini menjadi pengalaman yang sangat berharga agar siswa dan guru memahami bahwa kesiapsiagaan bencana harus dibangun sejak dini,” ungkap Sarindi.
Ia berharap kegiatan tersebut dapat memperkuat budaya sekolah yang aman dan tangguh terhadap bencana.
“Kami ingin anak-anak tumbuh menjadi generasi yang sehat, cerdas, berkarakter, peduli terhadap sesama, serta memiliki kesadaran menjaga keselamatan diri dan lingkungan. Bencana bisa datang kapan saja, sehingga kesiapan juga harus dibangun mulai sekarang,” katanya.
Antusiasme siswa terlihat sepanjang kegiatan. Mereka aktif mengikuti materi, praktik pertolongan pertama, simulasi gempa bumi, hingga sesi trauma healing. Melalui kegiatan tersebut, Senkom Mitra Polri Magelang kembali menegaskan komitmennya dalam mendukung edukasi kebencanaan dan peningkatan kapasitas masyarakat, khususnya generasi muda.
Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya bersama membangun masyarakat yang lebih sadar risiko, tangguh, dan siap menghadapi bencana. Mengenali ancaman, mengurangi risiko, dan siap untuk selamat merupakan tanggung jawab bersama.


0 Komentar